Contoh dan Tips Membuat Website Portofolio

Mungkin pernah terlintas di pikiran untuk membuat website portofolio yang dapat dibuka secara online, kan?

Namun, terkendala dengan informasi mengenai tips dan trik pembuatannya. Tenang, ulasan kali ini akan menjelaskan secara lengkap.

Dengan adanya web, lebih memudahkan Anda ditemukan oleh perusahan maupun klien yang tepat.

Tanpa adanya web portofolio, Anda akan cukup sulit di lirik oleh perusahaan, bahkan memperoleh klien juga kesulitan.

Tips Membuat Website Portofolio

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

1. Membuat Website

Membuat web portofolio tidaklah sulit, Anda dapat mengikuti tutorial yang sudah banyak di jelaskan di internet.

Hal yang perlu diperhatikan adalah menentukan hosting yang tepat penyimpanan data web Anda. 

Pasalnya, dokumen visual umumnya mempunyai ukuran file yang besar jika dibandingkan dengan tulisan biasa.

Oleh karena itu, Anda membutuhkan hosting dengan unlimited database dan disc space. 

Tidak hanya itu, perhatikan juga berapa banyak jumlah traffic yang bisa ditampung.

Hal ini dilakukan supaya web Anda mampu diakses oleh banyak visitor tanpa adanya kendala.

2. Pilih Template Portofolio

Webiste portofolio

Tampilan website adalah salah satu bagian yang paling penting, terutama untuk web portofolio desain.

Tidak hanya konten desain saja yang dilihat oleh calon klien, tapi juga user interface website Anda. Bagi Anda yang kurang paham dengan coding, maka dapat memanfaatkan template website.

Tujuannya supaya menjadikan tampilan website menjadi lebih profesional ataupun sesuai dengan karakter desain Anda.

Selain itu, sebisa mungkin juga memilih tema yang memberikan kemudahan dalam navigasi dan layout yang dapat merangkum karya-karya terbaik.

Baca juga : Daftar Harga Pembuatan Website Sampai Jadi

3. Buat Halaman About Me yang Mengesankan

Bagi sebagian orang mungkin halaman about terlihat sepele, namun tahukah Anda jika halaman ini mempunyai peranan sangat penting, terutama jika Anda tidak mau terlihat anonim.

Oleh sebab itu, Anda harus bisa mendeskripsikan diri secara lengkap dan kreatif. 

Contohnya ceritakan histori Anda di bidang yang Anda kuasai. Penting juga untuk mencantumkan kontak yang dapat dihubungi klien.

4. Pajang Desain Masterpiece 

Tidak semua karya wajib dipajang di halaman utama website portofolio.

Namun, Anda bisa memilih sebagian karya terbaik yang pernah dibuat. Anda juga bisa memilih untuk display desain-desain yang memperoleh penghargaan dan lain sebagainya. 

Inti yang paling penting Anda harus membuat pengunjung jatuh hati dengan desain sejak masuk di halaman utama.

Untuk karya lainnya ,seperti desain kompetisi, project desain klien, atau desain yang dibikin pada waktu senggang dan lain sebagainya dapat Anda kelompokkan menjadi menu tersendiri.

5. Tulis Deskripsi Singkat Tiap Desain 

Meskipun singkat, namun deskripsi akan membantu calon klien untuk memahami desain Anda menjadi lebih mudah.

Misalnya, cara Anda mengemas makna dalam setiap desain, inspirasi, alasan pemakaian warna, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga dapat memberikan deskripsi seperti:

  • Kapan dan siapa klien untuk desain Anda.
  • Diperuntukkan untuk keperluan apa.
  • Alasan pemilihan gaya desain, warna, dan font tersebut.
  • Produk apa saja yang Anda desain.

6. Cantumkan Klien-Klien Anda

Testimoni akan membantu calon klien untuk mempercayai kinerja Anda. Apalagi kalau Anda dapat mengemas project atau klien yang lebih unik di website portofolio desain.

Contohnya,  Anda dapat tampilkan desain-desain Anda sesuai dengan project yang sudah dikerjakan.

Pasalnya, Anda baru merintis menjadi seorang arsitek profesional, untuk itu harus mencantumkan dummy desain. 

Dengan demikian, para calon klien dapat memperoleh kesan seperti apa desain yang Anda usung, apakah cocok dengan yang klien perlukan.

Berikut ini tampilan dari website Japdesain yang mencantumkan jumlah klien yang sudah dikerjakan.

Portofolio Jasa Arsitek

Contoh Website Portofolio

Berikut dibawah ini beberapa web portofolio desainer yang bagus dan keren serta dapat digunakan sebagai bahan inspirasi:

1. Enspire Studio

Enspire Studio

Enspire Studio merupakan Graphic studio yang berasal dari Indonesia, namun karyanya sudah kelas dunia.

Contohnya, animasi Iron Man, Game Modeling, Star Trek, dan lain sebagainya. Web ini memiliki tampilan menu drag down yang cocok untuk portofolio yang memiliki beberapa jenis karya. 

Contohnya ilustrasi, animasi, dan lainnya. Kelebihan yang sebaiknya Anda catat adalah keunikan di halaman about us. 

Enspire Studio sendiri menggabungkan deskripsi about us dengan informasi sekolah desain, logo-logo klien terdahulu, dan layanan yang diberikan.

2. Etienne Godiard

Entienne Godiard

Apakah Anda mau mencoba sesuatu yang lebih menarik? Coba Anda akses portofolio desain milik Etienne Godiard.

Web ini berfokus pada hasil desainnya, seperti desain logo, packaging, dan lain sebagainya.

Menu websitenya juga hanya ada dua, yakni halaman about me dan portofolio karyanya. Sangat simpel, bukan?

Untuk melihat hasil karyanya, Anda hanya perlu melakukan scroll pada homepage. Kemudian, klik gambar animasi dari salah satu project.

Pada saat di cek, baik dari versi desktop maupun mobile. Kecepatan website ini memiliki skor tidak lebih dari 50.

Mungkin jika ada rekomendasi website portofolio lain bisa Anda tuliskan pada kolom komentar website Cimbsunlife dibawah.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *